Senin, 07 Februari 2011

Kota Jayapura

Kota Jayapura adalah ibukota Propinsi Papua yang berada di ujung paling Timur Indonesia. Kota yang indah dan menawan ini terletak di Teluk Jayapura dengan luas wilayah 4.626,7 Km2, meliputi 4 kecamatan, penduduknya berjumlah 202.379 jiwa.

Kota ini menjadi pusat pemerintahan dan perdagangan dengan berbagai kegiatan sosial-politik, budaya, perdagangan dan pembangunan. Topografinya juga unik dengan pusat kota melingkar mengikuti garis pantai dan jalan-jalan kota yang naik turun menyisir lereng-lerang bukit.


Sebagai ibukota propinsi, Kota Jayapura punya aktivitas ekonomi yang sibuk hingga memberi pengaruh nyata dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi, termasuk dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pertumbuhan ekonomi yang terjadi, belum dirasakan merata oleh sebagian besar warga masyarakat. Indikasinya masih banyak warga miskin di pinggiran kota yang mencerminkan kantong kemiskinan, termasuk banyak warga menganggur dan tak punya pekerjaan tetap.

Berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) tahun 2007 menurut harga konstan (2000) mencapai Rp 515.741,92 juta. Sumbangan terbesar berasal dari sektor jasa-jasa 22,49 persen, bangunan 19,12 persen, pengangkutan 18,28 persen, perdagangan 17,22 persen, pertanian 9,81 persen, dan industri pengolahan 5,66 persen.

Jika dilihat dari pendapatan per kapita penduduk mengalami peningkatan. Banyak pihak percaya perkembangan ekonomi di daerah Jayapura maju pesat, karena perkembangan sektor jasa-jasa, bangunan (properti), pengangkutan, perdagangan, konsumsi, dan perbankan. Hal itu masuk akal, dapat dibuktikan dengan membangun hotel dan pusat belanja di Jayapura.

Banyak hal membuat Kota Jayapura punya daya tarik tersendiri, terutama karena kota yang paling ramai di Papua. Selain itu daerah ini terletak di perbukitan dan daerah pantai sehingga perkembangan ekonominya maju.

Hasil tanaman pangan yang menonjol antara lain, ubi kayu mencapai 18.365 ton, ubi jalar 16.134 ton, jagung 11.950 ton, sayur-sayuran 12.252,24 ton, dan buah-buahan 11.234 ton. Berbagai tanaman pangan itu terkonsentrasi di empat kecamatan, yakni Abepura, Muara Tami, Jayapura Selatan, dan Jayapura Utara.

Selain itu, hasil tangkapan ikan cukup menjanjikan di daerah ini. Hasil ikan laut mencapai 19.197,20 ton, ikan darat 12.638 ton, dan ikan perairan umum 9.496 ton. Hasil perikanan itu terkonsentrasi di Jayapura Selatan dan Jayapura Utara.

Sementara hasil ternak yang dominan adalah ternak unggas (Ayam Ras) 12.700 ekor dan Ayam Buras mencapai 84.405 ekor. Produksi daging Sapi mencapai 65.910 ton, daging Kambing 25.933 ton, Babi 38.588 ton, dan daging Ayam mencapai 89.090 ton. Semua terkonsentrasi di Abepura dan Muara Tami.

Di luar itu, Kota Jayapura memiliki potensi untuk daerah wisata. Tetapi masih perlu dibenahi dan dibangun fasilitas yang lebih baik dan representatif. Ada beberapa tempat wisata, seperti wisata pantai, pegunungan dan sejarah.

Dengan demikian, untuk kluster Kota Jayapura sub-sektor peternakan, perikanan, tanaman pangan dan pariwisata layak dipertimbangkan sambil mengembangkan industri pengolahan hasil pertanian dan perkebunan. Selain itu wisata bahari perlu dikembangakan lebih menarik bagi wisatawan domestik dan manca negara. Semua itu, jika diupayakan dengan sungguh-sungguh akan dapat meningkatkan pendapatan daerah dan kesejahteraan masyarakat di Jayapura.

Sumber :
http://www.cps-sss.org/web/home/kabupaten/kab/Kota+Jayapura

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar